Nikah itu Senilai rupiah

Pagi ketika baru aja datang di kantor sudah mendengar obrolan beberapa teman kerja yang kurang pas aku dengar, entah aku terlalu mendramatisir berlebihan tapi ya versiku ga pas lah pokonya. 

Obrolan yang diawali dengan sebab musabab ada undangan nikah dari salah satu pegawai beda ruangan dengan salah satu bos di bagian lain juga. Ada ibu yang saling bertanya ‘gimana datang ga ke tempat nikahnya si A?? Kalo datang aku nitip saja.’ Teman lainnya menjawab,’ak g datang karena kejauhan tempatnya.’ Ada teman lain lagi yang beride,’ ya udah kita kolektif aja alias kencreng di kelilingin aja. Ntar dikasihkan setelah pengantin baru masuk.’

Itu sedikit obrolan yang tadi aku dengar, ya disitulah sebuah pernikahan dihargai sebatas rupiah. Bagaimana tidak, serba salah kalo g diundang teriak2 kalo diundang alasan g datang kejauhanlah, panaslah, g da temannya lah atau apalah..

Kasihan yang sudah berusaha mengundang, berharap kehadiran para undangan untuk berbagi kebahagian mempelai dengan mereka. Nah, kalo datang pun juga pasti ada saja yang menilai kalo lokasinya jauh ya, kenapa menunya begini2 aja, habis berapa nih pesta nikahan, wah sempit banget ruangannya. Aku gak kebagian makananlah atau tetekbengeklah.

Subhanallah.Maha Suci Allah. Makanya ketika dulu sering ditanya kapan nikah? Jangan lupa undangannya? Dengan entheng nada canda yang serius kalo bener dengar ehehehe aku jawab aku ga akan undang2 cukuplah dengan doa restu saja syukur Alhamdulillah. Dan aku memang bercita2 dulu nikah saja walimahan sederhana. Bukan karena pelit tapi ya pesta itu tidak dibenarkan dalam syariat Islam. Biar g dianggep liberal🙂  toh esensi atau sakral dari pernikahan itu di waktu ijab qobulnya.

Yaa Allah ampuni aku terlalu mendramatisir sesuatu disekitarku.

Yaa Allah berkahi kelak pernikahanku dengan rahmat-Mu

Yaa Allah Sucikan jalanku menuju penyempurna agama-Mu.

Tinggalkan komentar

Filed under Moslems

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s