Bahagia itu seperti apa

Hari ini kedatangan tamu  yang sudah lama tidak berjumpa. Beliau yang datang adalah janda dari salah satu ustadz pengasuh gontor putri. Suami istri sebenarnya satu kampung tapi sejak sang suami meninggal tahun 2010 lalu, istrinya tetap diperbolehkan menetap di pondok gontor putri karena kebijakan sang kiayi pak sukri. Walau kalau secara aturan tidak demikian karena yang menjadi ustadz adalah sang suami jadi rumah tinggal fasilitas pondok harus dikembalikan.

Beliau bercerita tentang kejadian saat sakit ditinggal meninggal sang suami. Jadi, yang awalnya adalah dikira meninggal oleh orang2 adalah istri sang ustadz karena waktu itu yaitu 5 tahun lalu sang istri sakit keras. Operasi ginjal dan sudah tiga bulan mondar-mandir dari ngawi ke surabaya. Ketika sudah

Tinggalkan komentar

Filed under Nasihat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s