Just let it flow

Tinggal 2 lagi tes yang aku ikuti untuk insya Allah menjadi anggota keluarga besar PLN, tes kesehatan dan tes wawancara. Tapi ada beberapa cobaan yang telah menghampiriku. Cobaan ini adalah beberapa pendapat orang disekitarku tentang harapanku diterima di PLN. Berbagai rumor dan gosip tentang mekanisme penerimaan pegawai yang masih tetap saja menganut azaz KKN walau reformasi sudah digembor-gemborkan. Tak aku pungkiri memang hal seperti ini masih mendarah daging dan mengakar di negeri ku tercinta ini😦 .

Dari orang-orang yang aku kenal sampai sekarang sudah 4 orang yang punya pendapat keraguan soal tingkat lolos murni dalam tes PLN, berikut ini ceritanya :

Mas Dinu, beliau adalah teman dulu saat aku di surabaya,sekarang bekerja di pabrik kertas di mojokerto.  Mas Anang beliau adalah tetanggaku yang seorang polisi. Mereka berdua bertanya kepadaku apa ada orang dalam yang membawaku untuk kerja di PLN???aku jawab ” nggak ada”, emang gak ada yang bawa aku kecuali ridho Allah dan Orang tuaku ( dalam hatiku) . Kulihat wajah mereka sedikit mringis aku terlihat pesimis  untuk bisa diterima kerja. Mungkin mereka berdua juga demikian dalam proses bekerja sekarang ini dulunya ada yang membawa atau bahkan membayar dimuka untuk bisa bekerja.😦 Mereka sama juga dengan Roy, anak baru lulus SMA tahun lalu. Roy aku kenal di komunitas Internisti Kediri yang aku ikuti. Anak itu juga berujar kalau mau jadi pegawai PLN harus bayar atau paling tidak ada orang dalam yang membawa. Dia tidak yakin kalau ada yang lolos masuk jadi pegawai PLN itu murni tes, karena sodaranya ada yang mengalaminya. (Anak baru lulus SMA saja berujar demikian, ohh negeriku… ). Nah yang terakhir berkomentar ke aku adalah Gus lis, begitu aku nyapa dia, karena dia adalah teman spiritual ku saat ini. Menurut versinya ini ada sedikit menggembirakanku karena dalam tes PLN untuk saat ini, karena dulu dan sekarang memang berbeda proses seleksinya. Kalau dulu mungkin mulai tes tulis awal itu sudah bisa titipan atau dibawa oleh orang dalam PLN. Namun, untuk saat ini menurut dia baru saat tes wawancaralah uang berbicara, mulai dari yang titipan orang dalam, atau sang pewawancara sendiri yang menawarkan😦 . Karen dia punya sodara yang pamannya menjadi pegawai PLN sedang keponakannyam sendiri juga ikutan tes hingga wawancara, tp dia disarankan oleh pamannya untuk memberi uang kepada pewawancaranya, tapi si keponakan merasa karena ada pamannya yang menjadi pegawai PLN jadi dia tidak perlu begituan, akhirnya pun dia gagal jadi pegawai PLN.

Sekarang ini memang untuk tes PLN banyak melibatkan kampus-kampus, sehingga yang menjadi panitia tes selain kesehatan dan wawancara adalah pihak kampus atau bahkan lembaga psikologi tertentu, sehingga untuk titip mungkin sangat kecil kemungkinannya. Tapi siapa tau juga yeach!!!Karena aku juga tidak punya bukti yang konkrit soal seperti itu. Sekarang intinya aku ngalir ajah, just let it flow bahasa kerennya😀 , karena aku masih punya ALLAH SWT yang menjadi tempat ku menyandar, berdoa, mengeluh dan semuanya.

YAA RABB AKU HANYA MEMOHON TUNJUKKAN YANG TERBAIK BUAT AKU DAN SEMUANYA,
JIKA MEMANG INI JALANKU MAKA LANCARKANLAH, TAPI JIKA INI BUKAN YANG TERBAIK,
MAKA MOHON LAPANGKANLAH. AMIN YAA RABB

Tinggalkan komentar

Filed under Unek-unek

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s