3 Agustus 2010

Shubuh itu pukul 05.00, hape ku berdering, budhe ku dari kediri menelpunku. Emang semenjak aku merantau awal bulan juli budhe ku ini sering menelpunku untuk mengecek kondisi ku selama diperantauan. Tapi yang kemarin itu bukan untuk mengecekku karena beliau memberikan kabar duka. Beliau memberi kabar kalo bulek ku yang di surabaya meninggal dunia pukul 04.00, Buluk ku itu menderita kanker stadium 3 dan sudah 5 kali kemo. Bulek ku ini adalah adik ipar dari bapak. Beliau ini adalah orang yang sungguh baik, sabar, dan bijaksana. Hari itu aku lagi dijogja mengikuti tes kerja, dan sedang menunggu pengumuman, semua keluarga tidak mengharap kedatanganku karena jarak yang jauh penyebabnya. Tapi karena hanya menunggu pengumuman saja dan tidak ada hari tes, aku pun berangkat menuju surabaya. Diantar teman ke pemberhentian bus, tapi tidak ada satu bus pun yang mau berhenti. Akhirnya aku putuskan naek kereta sancaka pagi pukul 07.00. Tanpa membawa bekal uang yang cukup dan baju karena semalam sebelumnya aku menginap di tempat teman yang berbeda dengan dimana aku biasa menginap dan semua baju dan uang ku ada di situ.

Karena pemakaman yang dipindahkan ke kepung, tempat kelahiran bapakku dan merupakan pemakaman keluarga, maka aku turun stasiun jombang dan menuju rumah di bulurejo damarwulan kecamatan kepung kabupaten kediri. Tepat pukul 12.00 aku sampai rumah dan ternyata jenasah juga baru datang dari surabaya dan sedang disemayamkan di masjid keluarga. Aku langsung menuju masjid yang letaknya dekat dari rumah dan ikut menyolati beliau. Dan aku masih bersyukur karena bisa mengangkat jenasah beliau untuk dibawa ke liang lahat dan dikubur.

Banyak cerita yang aku lewati bersama beliau. 5 tahun lalu setelah aku lulus SMA, hampir 1 tahun aku tinggal bersama beliau di surabaya, tiap pagi aku antar kerja dan sore aku jemput. Tiap jemput kerja apalagi kalo tanggal muda pasti aku diajak andok atau makan diluar, mulai dari bakso, mie ayam, bebek goreng dan masih banyak lagi. Terakhir kebersamaan itu adalah 2 bulan lalu, setelah selesai kemo yang ke empat, aku sempatkan menjenguk di rumah sakit dan pulangnya kita makan coto makassar, ternyata itu adalah kebersamaan untuk terakhir kalinya.😦

Yaa Allah semoga Kak wana Engaku beri tempat tertinggi disamping-Mu.

Yaa Allah semoga keluarga semuanya diberi ketabahan dan keikhlasan.

Tinggalkan komentar

Filed under Unek-unek

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s