Pengalaman Baru jilid dua

Hari Kedua di Bandung aku diajak pamanku sekeluarga berencana untuk Rafting alias arum jeram di daerah bandung selatan atau tepatnya di pangalengan, sekitar 40 km dari Kota Bandung. Sebenarnya acara ini adalah desakan dari anak kedua pamanku, karena selama liburan tidak pernah kemana-mana, padahal hari ini adalah akhir pekan terakhir untuk liburan, sepupuku itu takut kalo waktu masuk hari senin disuruh guru mengarang dia tidak punya pengalaman liburan. Berangkat pukul 6 pagi, nyampek tempat acara jam 8. Kami datang sedikit terlambat karena memang jalanan yang macet dan adanya pasar yang menghambat perjalanan. Sesampainya di Situ Cileunca atau danau buatan ini kami langsung membuka bekal sarapan, yaitu PEPES Ayam. Makanan ini adalah spesialis dari paman ketika sarapan. Dari dulu kalau aku ke bandung, ya pepes ayam ini menu sarapan paginya. Pepes ayam ini merupakan nasi yang dibungkus daun pisang didalam nasi ada ayamnya.

Setelah selesai makan, saatnya rafting di sungai palayangan yang akan menempuh jarak 4 km. Instruktur sudah lama memberi pengarahan alias kita terlambat menerima pengarahan.😀 Pengarahan ini sangat penting untuk keselamatan kami saat arum jeram nanti. Kami diberi banyak arahan antara lain: cara mendayung yang benar, cara menyelamatkan teman yang hanyut, cara berenang saat terhanyut,tapi dari semua pengarahan itu intinya kami harus selalu tenang dan mengikuti semua petunjuk dari pendamping kami. Setelah selesai pengarahan, semua peralatan safety untuk arum jeram kami pakai. Ada helm dan pelampung, karena baru pertama rafting hati terasa deg degan. Selanjutnya naek ke perahu karet yang telah disiapkan, sebelum kita langsung menuju yang airnya deras, kami diarahkan oleh pendamping di situ cileunca dahulu untuk berlatih cara mendayung yang benar serta mengerti aba-aba dari instruktur, antara lain:

1. Kalau instruktur berkata semua maju, berarti semua penumpang mendayung maju atau dari depan ke belakang, cara memegang dayungpun itu juga ada aturannya. Karena saat melewati arus deras biar dayung tidak terlepas ke sungai.

2. Kalau instruktur berkata semua mundur, berarti semua penumpang mendayung mundur atau dari belakang ke depan.

3. Kalau instruktur berkata kiri maju kanan stop, ini berarti penumpang sebelah kiri mendayung maju atau sebaliknya jika instruktur bilang kiri stop kanan maju.

4. Kalau ada aba-aba belok kiri, berarti pendayung kiri stop atau kiri mundur sedang penumpang kanan mendayung maju begitu sebaliknya jika mendengar aba-aba belok kanan.

5. Kalau ada aba-aba boom, berarti penumpang turun ke bawah atau duduk di dasar perahu dan tangan kiri memegang tali sedang tangan kanan memegang dayung agar tidak jatuh ke sungai begitu sebaliknya. Aba-aba boom ini disuarakan jika melewati jeram.

6. Kalau ada aba-aba goyang-goyang, berarti penumpang harus menggoyang-goyang perahu karet karena nyangkut batu. inilah aba-aba yang lucu hehehehe…

Setelah menempuh waktu 2 jam nyampe juga di finish.. Seru abis pokoknya, berbagai jenis dan nama jeram dilewati ada jeram domba yang tingginya 3 meter ( ini jeram tertinggi ) dan ada juga jeram kecapi ( jeram terpanjang di sungai palayangan ). Air sungai pun jadi minuman hari itu. Masuk tak diundang lewat mulut atau hidung.  Sesampai di finish telah menanti bandreg + jagung + pisang rebus yang masih mongah-mongah. Karena hawa yg dingin bandreg satu gelas pun kurang. ( Bandreg ini minuman berwarna coklat, menurut lidahku mengandung gula merah dan jahe ).

Perjalanan berikutnya adalah ke Makam Tuan Boscha, kuburan ini berada di tengah perkebunan teh malabar, di kaki gunung papandayan. Pertama mendengar kata boscha, tersirat dibenakku kalo kita pasti mau ke tempat teropong bintang di Lembang, tapi dari pangalengan kan jauh ke utara itu sama halnya dengan pulang. Ehh ternyata kami mau ke makam Tuan Boscha. Menurut cerita di batu tulisan di makam tersebut, Tuan Boscha ini adalah pengusaha kaya dari Belanda, beliau adalah pemilik perkebunan teh malabar se jawa barat pada waktu itu dan pemilik sebuah sekoalah yang sekarang menjadi kampus terfavorit di Indonesia yaitu ITB Alias Istitute Teknologi Bandung serta pemilik teropong bintang Boscha di Lembang. Setelah seharian bersenang-senang dengan alam, saatnya perjalanan pulang. Tapi di tengah jalan mobil salah satu rombongan menyenggol motor, sesampai di rumah gerlong pompa air mati. Itulah hikmah dari kejadian hari itu, karena selama bersenang-senang ria sholat dijama’..😦 Dibalik peristiwa kita ambil hikmahnya saja..

Ampuni Hambu-Mu Allah…..

Jika sudah bersenang-senang kami lupa akan dirimu..

Padahal yang butuh adalah kami, bukan Engkau Yaa Allah…

2 Komentar

Filed under Unek-unek

2 responses to “Pengalaman Baru jilid dua

  1. kurniaeno

    cita citamu tercapai boy
    berpetualang di berbagai pelosok
    menikmati disetiap kegiatan alam…..
    semangat boy😀

  2. Jek lokal pulau jawa boy ki.
    pengene neng luar pulau boy
    keliling Indonesia, menikmati karunia Sang ILahi alam semesta Indonesia boy..
    😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s