Bukan nilai uangnya tapi kejujurannya

Kemarin aku ke Surabaya naik kereta api pagi jam 6.30 dari stasiun kediri. Kerata cepat Rapih Dhoho yang sudah biasa menemani aku sejak lama. Kali ini aku mau mengambil laptop yang telah 2 minggu dipinjam temanku sekalian mau menjenguk tanteku yang sedang kemoterapi untuk ketiga kalinya di RS. Soetomo.

Pagi kemarin sebenarnya aku malas untuk naek kereta, pengennya naek bus. Tapi berhubung masih pengangguran, makanya berhemat akomodasi walau dengan berat hati. Setelah di stasiun bertemulah dengan teman SMA yg terakhir kali bertemu juga di stasiun ini 2 taon lalu. Dia bertanya padaku,”lhoh kok sendirian, biasanya kan rame2?”, aku jawab”Iya sekarang udah sendirian, soalnya udah pada lulus semuanya”. Dengan pertanyaan itu jadi ingat dengan kebersamaan selama kuliah dengan teman2 semuanya. Rapih dhoho kereta mahasiswa. Menyimpan berjuta kenangan, entah sampai kapan aku akan mengakhiri perjalananku dengan kereta ini.😦

Setelah selesai urusan semuanya di Surabaya dan mencoba masakan coto makassar untuk pertama kalinya, aku beranjak pulang, karena jam sudah menunjukkan pukul 16.30 WIB tentu tidak mungkin untuk naek kereta rapih dhoho jam yang terakhir karena jadwalnya sekarang adalah jam 16.00 WIB dan untuk saat ini jadwal keberangkatannya selalu tepat, tidak seperti sebelumnya. Ku putuskan untuk pulang aku menggunakan jasa bus saja. Setelah sholat magrib aku menuju antrian bus di terminal bungurasih. Ku pilih naek bus Mira AC Tarif Biasa, bus ini jurusan surabaya-jogja. Padahal bus langsung surabaya-kediri juga ada. Eits, tenang kawan, aku akan beli karcis kertosono. Terus akan aku lanjutkan naek bus jurusan kediri.

Kenapa aku milih oper bus??begini alasannya :

  1. Lebih cepat. Karena bus yang jurusan jogja, supirnya ugal2an..wush2..cepat dech pokoknya apalagi kalo supir Sumber kencono, nyawa tiada harganya…
  2. Nyaman. Karena bus Mira merupakan bus yang ber AC tapi tarif biasa, kalau mau ke Kediri naek bus yang ber-Ac harus bayar lebih atau bus Patas. Jika bus ekonomi sby-kdr tarifnya 14rb, tapi jika naek bus patas 25rb. ( kalo kantong pengangguran ya berat di ongkos dung bayar segitu)🙂
  3. Lebih murah. Entah emang kemarin lebih murah atau kondekturnya salah ya. Biasanya tarif untuk surabaya-kertosono 10rb, tapi naek bus Mira 8rb.

Namun kemarin ada yang salah, biasanya kertosono-kdr tarifnya 4rb kok kemarin ditarik kondektur 5rb dan tidak diberi karcis. Nah, disinilah nilai kejujuran yang tidak ada. Setelah aku analisa (cieh analisa kayak wong yes aja) ternyata penumpang bus yang aku naeki dari kertosono ke kediri lumayan kosong. Biasanya jika penumpang agak sepi atau tidak bisa memenuhi kursi maka penghasilan yang didapat akan berkurang, dengan begitu kejujuran akan sirna demi uang. Mungkin untuk menutup biaya setoran dan operasional. Tapi tidak apalah, tidak jadi masalah bagiku, bukan nilai uangnya tapi kejujurannya yang penting. Semoga saja tuduhanku itu tidak benar, semoga saja bapak kondektur hanya lupa untuk mengembalikan uang kembalian dan memberi karcis.

Tinggalkan komentar

Filed under Unek-unek

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s